Mungkin mengenai politik di Amerika, bukanlah kajian utama saya selama perkuliahan. Maklum saja, saya bukanlah anak jurusan hubungan internasional ataupun anak jurusan "ilmu politik" yang pure mengambil spesialisasi pada perbandingan politik. Karena jurusan saya namanya adalah jurusan politik dan pemerintahan, jadi dalam perkuliahan saya cenderung kebanyakan membahas mengenai pemerintahan dan juga politik dalam negeri. Tapi saya rasa tidak ada salahnya mempelajari mengenai partai politik di Amerika, nambah ilmu toh ya. Saya ingin menjadikan hal ini sebagai perbandingan dengan keuangan partai di Indonesia, yang mungkin akan saya tulis di posting selanjutnya (kalau tidak malas ya) hehehe. Intinya tulisan kali ini hanya mencoba menuliskan keuangan partai politik Amerika secara general saja.
Jika melihat mengenai sistem pendanaan partai,
negara yang sepertinya sering untuk dijadikan acuan adalah Amerika Serikat
karena dianggap sebagai negara dengan sistem demokrasi "terbaik" dengan dua unit
partai besar yang ada yaitu partai republik dan partai demokrat. Di Amerika
selama ini pendanaan partai berupa pendapatan bisa dikatakan sangat tidak
terbatas, pendapatan partai dikenal sebagai hard money dan soft money. Soft money dianggap juga sebagai
dana rutin ini yang dimana menjadi kontroversi luar biasa di Amerika selama
puluhan tahun karena sumbangan dari luar partai banyak ditumpangi oleh
kepentingan-kepentingan, karena dana partai juga dapat membantu mendorong dan
mendanai kampanye pada pemilu di Amerika. Hard money diartikan sebagai dana
kampanye, karena sebenarnya pendanaan di Amerika lebih cenderung lebih melihat
kepada eleksi atau pemilihan, oleh sebab itu kebanyakan literatur membahas
pendanaan partai republik dan partai demokrat mengenai pemilu yang mereka ikuti
terutama penggalangan dana untuk kampanye.
Penerimaan
dana partai di Amerika dipisahkan antara dana rutin dan dana kampanye, lalu
dipisahkan lagi penerimaan untuk komite nasional dan komite negara
bagian/lokal. Secara garis besar, pendapatan (penerimaan) dana partai di
Amerika dari sistem hard money atau uang keras yaitu tidak berasal dari iuran
anggota seperti dikebanyakan negara lain termasuk di Indonesia, tetapi melalui
sumbangan individu masyarakat yang merupakan simpatisan maupun pendukung partai
atau calon tersebut dengan ketentuan maksimal sumbangan senilai $20.000/tahun.
Ada juga bantuan dana dari PAC (Political Action Committee) yaitu jenis organisasi yang bertujuan untuk menggalang dana dan mengeluarkan dana untuk mendukung
kampanye calon. Sebuah organisasi menjadi PAC
ketika mampu menggalang
dan menghabiskan dana lebih dari $ 2.600 untuk tujuan mempengaruhi
pemilihan, kebanyakan PAC mewakili
bisnis, tenaga kerja atau kepentingan ideologis. Maksimal dana bantuan
dari PAC adalah $15.000/tahun. Pendanaan juga didapat dari transfer komite
partai. Sedangkan penerimaan dana partai di Amerika dari sistem soft money berasal
dari donor independen calon, serta dari berbagai sumber termasuk organisasi
non-politik, komite negara bagian dan komite lokal. Penggalangan dana yang
didapat dari donor orang-orang kaya di
Amerika (dimana jumlah sepertiga orang kaya di amerika merupakan orang yahudi),
perusahaan, serta serikat pekerja maka dapat dikatakan bahwa jumlah pendapatan
dan pengeluaran partai dari soft money adalah tidak terbatas.
Pengeluaran
dana yang dilakukan oleh partai di Amerika secara general adalah untuk kampanye
pemilihan calon presiden, calon senat, calon kongres. Aktivitas pelatihan untuk
aktivis partai, kader dan kandidat. Biaya operasional dan kepengurusan
organisasi partai di tingkan nasional, negara bagian, dan tingkat lokal. Biaya
memberikan pendidikan kepada masyarakat mengenai pendidikan politik dan
sehubungan dengan inisiatif populer, masalah suara atau referendum. Pengeluaran
paling sering adalah untuk tujuan politik partai (kantor pusat dan cabang). Kantor partai
baik pusat maupun cabang banyak
mengeluarkan dana untuk bagian public relations, media massa (termasuk billboard
dan iklan), membiayai
konsultan,
biaya bangunan kantor, gaji karyawan kantor , surat menyurat, pertemuan dan rapat,
serta lain sebagainya.
Tetapi penjelasan
mengenai penerimaan dana partai seperti diatas berubah dalam reformasi terakhir
dana kampanye yaitu dengan dikeluarkannya reformasi undang-undang kampanye
bipartisan tahun 2002 (Bipatisan Campaign Reform Act/BCRA). Kemunculan BCRA ini
seolah merombak seluruh sistem pendanaan partai politik di Amerika. Semua
pemasukan dana partai dari soft money dilarang kecuali untuk di tingkat lokal
dengan adanya batas limit, sehingga pegangan utama partai adalah melalui hard
money. Selama ini partai yang penerimaanya lebih besar dari soft money adalah
partai demokrat, sedangkan penerimaan dana partai terbesar partai republik
berasal dari hard money.
Sebelum
BCRA, jumlah penerimaan soft money yang tidak terbatas yang berasal dari semua
sumber termasuk organisasi non politik, donor
dari orang-orang kaya perusahaan, serta
serikat pekerja kini
dilarang dalam semua konteks. Larangan ini ridak hanya pada level nasional,
melainkan hingga level negara bagian dan lokal , namun soft money di tingkat
lokal memiliki perbedaan yaitu masih diperbolehkan hingga batas $10.000 per
tahun untuk tujuan registrasi pemilih dan kegiatan mendapatkan suara. Tetapi
uang maksimal $10.000 juga tidak bisa sembarangan digunakan, melainkan harus
memenuhi beberapa kriteria seperti dana tersebut tidak diperbolehkan untuk
iklan bagi calon serta semua penerimaan
dan pengeluaran harus diungkapkan berdasarkan hukum federal. Tentunya hal ini
akan menjadi beban berat tersendiri bagi partai untuk mendapatkan sokongan
dana, karena selama ini keberadaan soft money bagi mereka adalah sokongan dana
yang sangat membantu.
Karena
reformasi keuangan partai yang dianggap sangat mempengaruhi partai di Amerika,
maka BCRA juga memberikan saran berupa peningkatan hard money, perluasan
penggalangan dana oleh komite partai bagian lokal dan pergeseran dana kepada
kelompok bebas pajak seperti komite 501c. Partai di Amerika tetap mampu
mendapatkan dana untuk menyokong berjalannya kehidupan partai mereka dengan mengandalkan
hard money. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi individu untuk memberikan
sumbangan dana partai diperbesar hingga $25.000 pertahun, kontribusi kepada
komite partai pada level negara bagian dan level lokal diperbesar hingga
$10.000, kontribusi individu kepada calon juga diperbesar hingga maksimal $2000.
Oleh karena itu para calon dari partai tersebut juga ditekan untuk memberikan
dana, dengan penggalangan dana melalui donor internet dan melalui telepon yang
dilakukan oleh Howard Dean, John Perry dan Obamapun mendapatkan hasil yang luar
biasa besar. Jika ketiga saran tersebut dilakukan dengan maksimal maka bukan
tidak mungkin hal tersebut dapat menggantikan soft money yang hilang karena peraturan
BCRA.
Akibat
BCRA maka ada perubahan yang besar pula pada keuangan partai politik di
Amerika. Jumlah pengeluaran pada level nasional, negara bagian dan lokal
diperbolehkan untuk tidak terbatas tetapi pengeluarannya 100% harus berasal
dari hard money. Transfer dari komite tingkat nasional untuk komite partai di
tingkat negara bagian dan di tingkat lokal maupun sebaliknya, serta
pengeluarann partai untuk organisasi non politik yang sebelumnya tidak
terbatas, kini dilarang. BCRA sangat bisa merubah cara penanggulangan dan
pengeluaran partai menuju puncak perubahan besar. Oh iya, satu hal lagi yang penting yaitu segala donasi(penerimaan dana partai) harus memiliki indentitas, tidak bisa anonim seperti hantu sehingga transparansinya lebih jelas. Dari sini kita sudah melihat bahwa ada perbedaan yang cukup tajam dengan pendanaan partai di Indonesia kan?
Referensi :
- Goldberg, J.J, 1997, Jewish
power: Inside the jewish establishment, New York,Basic Book.
-Barber, Denise, 2003. Life before BCRA, Institute on Money in
State Politics.
- Alexander Heard, The costs of
democracy. Chapel Hill, NC: University of North Carolina Press, 1960, pp.
251, 250
-
Regulation of Party
Finance'. In: Katz, Richard S. and Crotty, William (eds.), Handbook of Party
Politics. London, UK: Sage, 2006, pp. 218–33.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar