Traffic Feed

Senin, 29 Februari 2016

Keuangan Partai Politik di Amerika Serikat


             Mungkin mengenai politik di Amerika, bukanlah kajian utama saya selama perkuliahan. Maklum saja, saya bukanlah anak jurusan hubungan internasional ataupun anak jurusan "ilmu politik" yang pure mengambil spesialisasi pada perbandingan politik. Karena jurusan saya namanya adalah jurusan politik dan pemerintahan, jadi dalam perkuliahan saya cenderung kebanyakan membahas mengenai pemerintahan dan juga politik dalam negeri. Tapi saya rasa tidak ada salahnya mempelajari mengenai partai politik di Amerika, nambah ilmu toh ya. Saya ingin menjadikan hal ini sebagai perbandingan dengan keuangan partai di Indonesia, yang mungkin akan saya tulis di posting selanjutnya (kalau tidak malas ya) hehehe. Intinya tulisan kali ini hanya mencoba menuliskan keuangan partai politik Amerika secara general saja.

Jika melihat mengenai sistem pendanaan partai, negara yang sepertinya sering untuk dijadikan acuan adalah Amerika Serikat karena dianggap sebagai negara dengan sistem demokrasi "terbaik" dengan dua unit partai besar yang ada yaitu partai republik dan partai demokrat. Di Amerika selama ini pendanaan partai berupa pendapatan bisa dikatakan sangat tidak terbatas, pendapatan partai dikenal sebagai hard money dan soft money. Soft money dianggap juga sebagai dana rutin ini yang dimana menjadi kontroversi luar biasa di Amerika selama puluhan tahun karena sumbangan dari luar partai banyak ditumpangi oleh kepentingan-kepentingan, karena dana partai juga dapat membantu mendorong dan mendanai kampanye pada pemilu di Amerika. Hard money diartikan sebagai dana kampanye, karena sebenarnya pendanaan di Amerika lebih cenderung lebih melihat kepada eleksi atau pemilihan, oleh sebab itu kebanyakan literatur membahas pendanaan partai republik dan partai demokrat mengenai pemilu yang mereka ikuti terutama penggalangan dana untuk kampanye.
            Penerimaan dana partai di Amerika dipisahkan antara dana rutin dan dana kampanye, lalu dipisahkan lagi penerimaan untuk komite nasional dan komite negara bagian/lokal. Secara garis besar, pendapatan (penerimaan) dana partai di Amerika dari sistem hard money atau uang keras yaitu tidak berasal dari iuran anggota seperti dikebanyakan negara lain termasuk di Indonesia, tetapi melalui sumbangan individu masyarakat yang merupakan simpatisan maupun pendukung partai atau calon tersebut dengan ketentuan maksimal sumbangan senilai $20.000/tahun. Ada juga bantuan dana dari PAC (Political Action Committee) yaitu jenis organisasi yang bertujuan untuk menggalang dana dan mengeluarkan dana untuk mendukung kampanye calon. Sebuah organisasi menjadi PAC ketika mampu menggalang dan menghabiskan dana lebih dari $ 2.600 untuk tujuan mempengaruhi pemilihan, kebanyakan PAC mewakili bisnis, tenaga kerja atau kepentingan ideologis. Maksimal dana bantuan dari PAC adalah $15.000/tahun. Pendanaan juga didapat dari transfer komite partai. Sedangkan penerimaan dana partai di Amerika dari sistem soft money berasal dari donor independen calon, serta dari berbagai sumber termasuk organisasi non-politik, komite negara bagian dan komite lokal. Penggalangan dana yang didapat dari donor  orang-orang kaya di Amerika (dimana jumlah sepertiga orang kaya di amerika merupakan orang yahudi), perusahaan, serta serikat pekerja maka dapat dikatakan bahwa jumlah pendapatan dan pengeluaran partai dari soft money adalah tidak terbatas.
            Pengeluaran dana yang dilakukan oleh partai di Amerika secara general adalah untuk kampanye pemilihan calon presiden, calon senat, calon kongres. Aktivitas pelatihan untuk aktivis partai, kader dan kandidat. Biaya operasional dan kepengurusan organisasi partai di tingkan nasional, negara bagian, dan tingkat lokal. Biaya memberikan pendidikan kepada masyarakat mengenai pendidikan politik dan sehubungan dengan inisiatif populer, masalah suara atau referendum. Pengeluaran paling sering adalah untuk tujuan politik partai (kantor pusat dan cabang). Kantor partai baik pusat maupun cabang banyak mengeluarkan dana untuk bagian public relations, media massa (termasuk billboard dan iklan), membiayai konsultan, biaya bangunan kantor, gaji karyawan kantor , surat menyurat, pertemuan dan rapat, serta lain sebagainya.
Tetapi penjelasan mengenai penerimaan dana partai seperti diatas berubah dalam reformasi terakhir dana kampanye yaitu dengan dikeluarkannya reformasi undang-undang kampanye bipartisan tahun 2002 (Bipatisan Campaign Reform Act/BCRA). Kemunculan BCRA ini seolah merombak seluruh sistem pendanaan partai politik di Amerika. Semua pemasukan dana partai dari soft money dilarang kecuali untuk di tingkat lokal dengan adanya batas limit, sehingga pegangan utama partai adalah melalui hard money. Selama ini partai yang penerimaanya lebih besar dari soft money adalah partai demokrat, sedangkan penerimaan dana partai terbesar partai republik berasal dari hard money.
Sebelum BCRA, jumlah penerimaan soft money yang tidak terbatas yang berasal dari semua sumber termasuk organisasi non politik, donor dari  orang-orang kaya perusahaan, serta serikat pekerja kini dilarang dalam semua konteks. Larangan ini ridak hanya pada level nasional, melainkan hingga level negara bagian dan lokal , namun soft money di tingkat lokal memiliki perbedaan yaitu masih diperbolehkan hingga batas $10.000 per tahun untuk tujuan registrasi pemilih dan kegiatan mendapatkan suara. Tetapi uang maksimal $10.000 juga tidak bisa sembarangan digunakan, melainkan harus memenuhi beberapa kriteria seperti dana tersebut tidak diperbolehkan untuk iklan bagi calon  serta semua penerimaan dan pengeluaran harus diungkapkan berdasarkan hukum federal. Tentunya hal ini akan menjadi beban berat tersendiri bagi partai untuk mendapatkan sokongan dana, karena selama ini keberadaan soft money bagi mereka adalah sokongan dana yang sangat membantu.
Karena reformasi keuangan partai yang dianggap sangat mempengaruhi partai di Amerika, maka BCRA juga memberikan saran berupa peningkatan hard money, perluasan penggalangan dana oleh komite partai bagian lokal dan pergeseran dana kepada kelompok bebas pajak seperti komite 501c. Partai di Amerika tetap mampu mendapatkan dana untuk menyokong berjalannya kehidupan partai mereka dengan mengandalkan hard money. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi individu untuk memberikan sumbangan dana partai diperbesar hingga $25.000 pertahun, kontribusi kepada komite partai pada level negara bagian dan level lokal diperbesar hingga $10.000, kontribusi individu kepada calon juga diperbesar hingga maksimal $2000. Oleh karena itu para calon dari partai tersebut juga ditekan untuk memberikan dana, dengan penggalangan dana melalui donor internet dan melalui telepon yang dilakukan oleh Howard Dean, John Perry dan Obamapun mendapatkan hasil yang luar biasa besar. Jika ketiga saran tersebut dilakukan dengan maksimal maka bukan tidak mungkin hal tersebut dapat menggantikan soft money yang hilang karena peraturan BCRA.
            Akibat BCRA maka ada perubahan yang besar pula pada keuangan partai politik di Amerika. Jumlah pengeluaran pada level nasional, negara bagian dan lokal diperbolehkan untuk tidak terbatas tetapi pengeluarannya 100% harus berasal dari hard money. Transfer dari komite tingkat nasional untuk komite partai di tingkat negara bagian dan di tingkat lokal maupun sebaliknya, serta pengeluarann partai untuk organisasi non politik yang sebelumnya tidak terbatas, kini dilarang. BCRA sangat bisa merubah cara penanggulangan dan pengeluaran partai menuju puncak perubahan besar. Oh iya, satu hal lagi yang penting yaitu segala donasi(penerimaan dana partai) harus memiliki indentitas, tidak bisa anonim seperti hantu sehingga transparansinya lebih jelas. Dari sini kita sudah melihat bahwa ada perbedaan yang cukup tajam dengan pendanaan partai di Indonesia kan?

Referensi :
- Goldberg, J.J, 1997, Jewish power: Inside the jewish establishment, New York,Basic Book.
-Barber, Denise, 2003. Life before BCRA, Institute on Money in State Politics.
- Alexander Heard, The costs of democracy. Chapel Hill, NC: University of North Carolina Press, 1960, pp. 251, 250
- Regulation of Party Finance'. In: Katz, Richard S. and Crotty, William (eds.), Handbook of Party Politics. London, UK: Sage, 2006, pp. 218–33.
- https://www.opensecrets.org/news/disclosure.php diakses pada 29 Febuari 2016