Traffic Feed

Sabtu, 24 Oktober 2015

Merefleksikan Jati Diri Sebagai Bangsa Indonesia Melalui Lagu Wajib Nasional




Keisenganku membuka Youtube di sela-sela waktu kosong mengarahkanku kepada sebuah video  berisi kumpulan foto-foto keindahan Indonesia diiringi dengan lagu tanah airku. Saat itu juga lirik dan alunan lagu itu masuk ke dalam jiwaku, sedih aku mendengarnya, air mata pun berhasil membasahi pipi ini, lirik bermakna dalam yang tersusun dengan indahnya itu membuat diriku malu. Indonesia ini sangat sangat kaya sekali baik itu dari segi keindahannya, keanekaragamannya, budayanya dan sejarahnya yang tak bisa dimiliki oleh negara lain. Tapi banyak sekali warga negaranya yang sering tidak menghargai negeri ini, tentu sering kalian membandingkannya dengan negara-negara maju lainnya. Sering kalian menjelekkan, memaki, dan mengomentari indonesia, kalian hanya melihatnya dari paradigma negatif dan kerusakannya saja. Tanpa sadar bahwa sebenarnya jiwa nasionalisme pun mulai runtuh, dirasuki oleh kebanggaan dan mendewakan negara-negara lain. Tanpa sadar bahwa bukan indonesia saja yang pernah dan masih tetap dijajah, tapi jiwa raga bangsanya pun sedang dijajah oleh hal-hal yang orang bilang sebagai modernisasi, globalisasi dan westernisasi.
Lagu-lagu wajib nasional yang dulu sering kalian nyanyikan, kini mulai jarang terdengar ditelinga, mungkin hanya 1-2 kali dalam setahun lagu tersebut terselip ke telinga seperti pada hari kemerdekaan indonesia saja. Playlist kalian sudah penuh dengan lagu-lagu barat, karena jika playlist kalian berisikan lagu-lagu indonesia maka bersiaplah mendapatkan ejekan dan anggapan bahwa kalian kampungan. Bukan maksudku untuk menggurui, aku pun sama masih melakukan hal-hal tersebut, masih belum bisa mengabaikan apa yang orang katakan jika aku tidak mengikuti “trend”. Jika ditelik lagi lagu wajib nasional memiliki lirik makna yang sangat dalam serta mempunyai fungsi yang sangat kompleks. Lagu wajib nasional berguna dalam penanaman jiwa nasionalisme, patriotisme serta berguna dalam pembentukan karakter dan mental warga negara oleh karena itu lagu-lagu wajib nasional sudah diperkenalkan sejak kecil. Tapi rupanya pembentukan karakter dan jiwa nasionalisme yang ditujukan secara tersirat oleh lagu wajib nasional tidak berhasil bagi sebagian warga negara indonesia yang kini sudah mengikuti trend “kebarat-baratan”. Semuanya tergantung pilihan yang masing-masing individu buat, bertahan dengan mimpi-mimpi idealismenya atau menjadi mahluk yang mengikuti arus westernisasi.
Kita sebagai pemuda harus bisa memilih, tidak perlu ragu untuk memilih menjadi warga negara indonesia yang tetap mempertahankan nasionalismenya. Idealisme memang mahal harganya, tapi perjuangan menjunjung idealisme ini adalah suatu hal yang menunjukkan kecintaan kita kepada negeri ini yang sudah memberikan kita banyak hal seperti cinta, pengalaman dan hidup. Kita adalah para calon pemimpin penerus bangsa ini, jangan mau nilai yang kita junjung ini tergores, mari mulai tanamkan kembali nilai-nilai itu. Orang lain pasti akan mengejek mimpi-mimpi ini, tapi biarlah kini saatnya mengabaikan pandangan orang yang pesimis dari hidup kita. Kita bisa mulai belajar untuk memahami dan meresapi makna dari lagu wajib nasional, lagu yang bisa merefleksikan jati diri kita sebagai bangsa indonesia. Izinkan kami duhai indonesia untuk kembali mengenalmu, menghargaimu, mencintai segala kekurangan dan kelebihanmu, mengabdi padamu, berkontribusi dan berjuang untukmu hingga akhir hayat kami. Duhai tanahku yang kucintai, engkau ku hargai, engkau ku banggakan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar