Keisenganku membuka Youtube di sela-sela waktu
kosong mengarahkanku kepada sebuah video
berisi kumpulan foto-foto keindahan Indonesia diiringi dengan lagu tanah
airku. Saat itu juga lirik dan alunan lagu itu masuk ke dalam jiwaku, sedih aku
mendengarnya, air mata pun berhasil membasahi pipi ini, lirik bermakna dalam
yang tersusun dengan indahnya itu membuat diriku malu. Indonesia ini sangat
sangat kaya sekali baik itu dari segi keindahannya, keanekaragamannya,
budayanya dan sejarahnya yang tak bisa dimiliki oleh negara lain. Tapi banyak
sekali warga negaranya yang sering tidak menghargai negeri ini, tentu sering
kalian membandingkannya dengan negara-negara maju lainnya. Sering kalian
menjelekkan, memaki, dan mengomentari indonesia, kalian hanya melihatnya dari
paradigma negatif dan kerusakannya saja. Tanpa sadar bahwa sebenarnya jiwa
nasionalisme pun mulai runtuh, dirasuki oleh kebanggaan dan mendewakan
negara-negara lain. Tanpa sadar bahwa bukan indonesia saja yang pernah dan masih
tetap dijajah, tapi jiwa raga bangsanya pun sedang dijajah oleh hal-hal yang
orang bilang sebagai modernisasi,
globalisasi dan westernisasi.
Lagu-lagu wajib nasional yang dulu sering kalian
nyanyikan, kini mulai jarang terdengar ditelinga, mungkin hanya 1-2 kali dalam
setahun lagu tersebut terselip ke telinga seperti pada hari kemerdekaan
indonesia saja. Playlist kalian sudah penuh dengan lagu-lagu barat, karena jika
playlist kalian berisikan lagu-lagu indonesia maka bersiaplah mendapatkan
ejekan dan anggapan bahwa kalian kampungan. Bukan maksudku untuk menggurui, aku
pun sama masih melakukan hal-hal tersebut, masih belum bisa mengabaikan apa
yang orang katakan jika aku tidak mengikuti “trend”. Jika ditelik lagi lagu
wajib nasional memiliki lirik makna yang sangat dalam serta mempunyai fungsi
yang sangat kompleks. Lagu wajib nasional berguna dalam penanaman jiwa
nasionalisme, patriotisme serta berguna dalam pembentukan karakter dan mental
warga negara oleh karena itu lagu-lagu wajib nasional sudah diperkenalkan sejak
kecil. Tapi rupanya pembentukan karakter dan jiwa nasionalisme yang ditujukan
secara tersirat oleh lagu wajib nasional tidak berhasil bagi sebagian warga
negara indonesia yang kini sudah mengikuti trend “kebarat-baratan”. Semuanya tergantung pilihan yang
masing-masing individu buat, bertahan dengan mimpi-mimpi idealismenya atau
menjadi mahluk yang mengikuti arus westernisasi.
Kita sebagai pemuda harus bisa memilih, tidak perlu
ragu untuk memilih menjadi warga negara indonesia yang tetap mempertahankan
nasionalismenya. Idealisme memang mahal harganya, tapi perjuangan menjunjung
idealisme ini adalah suatu hal yang menunjukkan kecintaan kita kepada negeri
ini yang sudah memberikan kita banyak hal seperti cinta, pengalaman dan hidup.
Kita adalah para calon pemimpin penerus bangsa ini, jangan mau nilai yang kita
junjung ini tergores, mari mulai tanamkan kembali nilai-nilai itu. Orang lain
pasti akan mengejek mimpi-mimpi ini, tapi biarlah kini saatnya mengabaikan
pandangan orang yang pesimis dari hidup kita. Kita bisa mulai belajar untuk
memahami dan meresapi makna dari lagu wajib nasional, lagu yang bisa
merefleksikan jati diri kita sebagai bangsa indonesia. Izinkan kami duhai
indonesia untuk kembali mengenalmu, menghargaimu, mencintai segala kekurangan
dan kelebihanmu, mengabdi padamu, berkontribusi dan berjuang untukmu hingga
akhir hayat kami. Duhai tanahku yang kucintai, engkau ku hargai, engkau ku
banggakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar