Aku bukanlah penggila taaruf
Aku bukanlah penggila pacaran
Aku adalah penggila dalam memantaskan diri untuk bisa berada disampingmu suatu saat nanti.
Beberapa
orang masih mempertanyakan mengapa aku masih sendiri. Lelah juga rasa
untuk menjawabnya, toh setiap perkataanku akan mereka anggap hanya
sebagai alasan omong kosong mengenai kesendirianku.
Padahal ini
bukan perkara laku atau tidak laku, bukan juga karena aku menetapkan
suatu standar tertentu. Mungkin hati ini saja yang masih belum mau
membuka pintunya, bukan karena aku masih belum bisa move on dari
perjalanan kisah asmaraku yang sebelumnya.
Tapi di umur yang sudah tidak dikatakan sebagai remaja lagi ini aku ingin lebih berhati-hati untuk menjalin suatu hubungan.
Bukankah hati ini terlalu berharga untuk diinvestasikan pada orang yang salah dan ingin bermain-main saja?
Wahai kamu yang belum kuketahui siapa, wahai kamu yang selalu kupanjatkan di dalam setiap sujud dan doaku pada Nya.
Wahai kamu yang juga sedang bersabar menungguku disana dan tiba untukmu.
Wahai
kamu yang mungkin masih sedang bersama orang lain ataupun memilih untuk
sendiri dan enggan mengisi kekosonganmu untuk saat ini.
Wahai kamu yang sedang berjuang sangat gigih meraih impianmu, aku pun tentu saja sedang berjuang meraih mimpi-mimpiku.
Bersabar adalah hal terbaik yang kau dan aku bisa lakukan, kau dan aku yakin pertemuan itu akan tiba.
Pada saat pertemuan nanti, kau dan aku yakin bahwa kita bisa menjadi seseorang yang terbaik untuk satu sama lain


Beautiful
BalasHapus